Kamis, 23 Juli 2020

Jurnal.pengenalan layanan ATM terhadap kepuasan nasabah.

Pengenalan Layaan Autometic Teller Machine Terhadap kepuasan Nasabah
Arbaiyah Siregar
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN Padangsidempuan
Email: arbaiyahsiregar3@gmail.com
Abstrak
Perkembangan Teknologi Informasi menyebabkan muncul berbagai aplikasi bisnis internet,sektor perbankan telah mengadopsi teknologi informasi dengan pendekatan yang revolusioner melalu internet. Dengan demikian adanya layanan Autometic Teller Mechine (ATM) ini berpengaruh terhadap kepuasan nasabah itu sendiri. Karena itu penelitian ini akan menganalisis pengaruh Autometic Teller mechine (ATM) terhadap kepuasan nasabah dalam berinteraksi. Perbankan sebagai lembaga yang berperan dalam transaksi keuangan telah menggunakan teknologi informasi yang telah mengalami perkembangan masyarakat yang menyimpan uangnya di bank. Maka pihak perbankan memberikan rangsangan berupa balas jasa yang akan diberikan kepada nasabah, rangsangan tersebut berupaa kemudahan pembukaan rekening tabungan, bunga yang tinggi,hadiah-hadiah/souvenir,gratis biaya transfer antar rekening,fasilitas ATM jaringan keamanan. Untuk itu kemudahan yang diberikan layanan ATM menjadi daya tarik tersendiri bagi nasabah.
Kata Kunci: Pengenalan Layaan Autometic Teller Machine Terhadap kepuasan Nasabah
Saat ini berbagai transaksi perbankan telah menggunakan teknologi informasi sehingga kegiatan kegiatan yang dulu harus dilakukan melalu antrian yang cukup lama, di counter bank kini dapat diwakili oleh mesin yaitu Autometic Teller Mechine (ATM). ATM adalah adat kasir otomatis yang tanpa orang yang terdapat didalam maupun diluar perkarangan bank, yang sanggup untuk mengeluarkan uang tunai dan menangani berbagai transaksi perbankan yang rutin. Nasabah dapat melakukan pendapatan registrasi melalui jaringan ATM atau melalui Coustomer Service dicabang bank dimaa bank dibuka. Pendapatan ini diperoleh acces code dalam bentuk Personal Identification Number (PIN) yang merupakan kode rahasia untuk melakukan sejumlah transaksi. Jika nasabah mendaftarkan melalui counter bank maka PIN yang diberikan sesuai PIN standar yang berlaku dibank, jika nasabah mendaftarkan melalui ATM maka acces code adalah nomor angka yang di tentukan sendiri oleh nasabah.fitur internasional ATM adalah hanya untuk mengetahui saldo rekening dan melakukan penarikan uang tunai dalam perkembangannya. Fitur ATM bertambah yang meningkatkan untuk meningkatkan pemindahan antar rekening. Transaksi pembayaran antara lain (kartu kredit,listrik,dan telepon).transaksi pembelian antara lain (voucher handphon dan tiket)dan fitur yang terkini adalah transfer ke bank lainnya (bank yang berada dalam satu swiching jaringan ATM).selain untuk transaksi di ATM, kartu ATM digunakan untuk belanja karena dapat berfungsi sebagai kartu Debit. Awalnya ATM hanya dikenal sbagai mesin untuk mengambil uang,belakangan muncul ATM menerima setoran uang yait cash deposit machine (CDM) karena itu ATM layannk disebut dengan mesin segala bisa  karena ragam fitur dan kemudahan penggunaaannya dalam transaksi perbanan dan memberikan kepuasan kepada nasabah.
Bank sebagai lembaga keuangan adalah bagian dari faktor penggerak kegiatan perekonomian, kegiatan-kegiatan lembaga perbankan sebagai penyedia dan penyalur dana akan menentukan bank tidaknya perekonomian suatu negara. Dalam perkembangannya perbankan telah menambah satu fasilitas yaitu kartu ATM, pesaing-pesaing baru telah memasuki pasar berbagai tawaran tentang kemanfaatan kartu ATM yang beraneka ragam fungssi dan kualitasnya dan memiliki daya tarik tersendiri. Pesaingan yang semaki ketat tersebut telah mendorong, pihak perbankan usaha-usaha pengembangan dibidang kemanfaatan kartu ATM.
Setiap perusahaan perbankan harus memperhatikan dan mempertimbangakan kepuasan nasabah selain mendapatkan keuntungan yang maksimal, masalah yang sering dihadapi perbankan adalah perusahaan belum mampu memberikan kepuasan yang maksimal yang benar-benar dihadapi oleh nasabah faktor utama yang dihadapi tersebut adalah ketidak puasa berasal dari pelayanan yang kurang berkualitas.pada perusahaan jasa kemanfaatan kartu ATM merupakan strategi perusahaan untuk membuat pangsa pasar dalam menghadapi pesaing dengan memberikan pelayanan yang lebih efektif perannya dalam meningkatkan profit/laba dibandingkan dengan faktor promosi ataupun pengiklanan.
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah memberikan masukan/pengetahuan bagi para nasabah dalam penggunaan Autometic Teller Mechine (ATM). Dengan mempelajari terlebih dahulu faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan layanan ATM dan peningkatkan yang mempengaruhi penggunaan pelayanan jasa ATM khususnya dalam bidang kepuasan terhadap nasabah.
Metode : kajian pustaka
Automatic Teller Mechine (ATM) adalah merupakan sistem pelayanan yang diberikann kepada nasabah secara elektronik dengan menggunakan kumputer untuk mengupayakan penyelesaian secara otomatis dari segala fungsi yang di berikan oleh teller. ATM dapat menggantika fungsi teller untuk melayani beberapa jenis transaksi perbankan. Untuk mengoperasikan ATM biasanya dibutuhkan peralatan beriupa kartu plastik (plastik card) dan kode pengenal diri (personal identification card) .
Beberapa jenis transaksi yang dapat dilakukan degan menggunakan ATM antara lain:
1. Penarikan tunai
2. Transfer antar rekening bank yang sama dengan yang berbeda
3. Pembayaran tagihan  (rekening listrik, telepon,air,pembelisn pulsa HP,dan pembayaran tagihan kartu kredit)
4. Berbagai jenis transaksi perbankan lainnya
Keuntungan yang diperoleh bank dengan adanya ATM antara lain:
1. Fee dari pemegang kartu ATM
2. Menarik nasabah
Berdasarkan bank memberikan fasilitas debit atau kartu debit pada kartu ATM yang dimiliki nasabah. Fasilitas ini digunakan untuk transaksi pembalian barang atau jasa pada tempat-tempat tertentuyang mempunya kerja sama dengan bank tersebut.mekanisme yang dilakukan pada saat pembelian barang dan jasa adalah dengan caramendepit rekening nasabah atau mengurangi saldo rekening tabungan nasabah pada saat yang sama menambah saldo rekening penjual. Penjual bekerja sama dengan pihak bank dikenal dengan merchant. Merchant adalah alat yang digunakan untuk memeriksa keabsahan kartu tersebut baik kepemilikan maupun simpanan.
Mesin ATM dapat melakukan transaksi pengambilan tunai dengan transaksi lainnya seperti inquiry, saldo rekening, pentransferan,penggantian PIN,pembelian dan pembayaran tagihan.saat ini telah tersedia tersebar diseluruh indonesia untuk melayani nasabah. ATM juga dapat melayani nasabah non-bank tersebut namun hanya dapat melakukan transaksi penarikan tunai dan inquiry saldo.
ATM non tunai mesin ATM yang dapat melakukan transaksi seluruh transaksi non-tunai seperti inquiry saldo rekening,pentransferan, penggantian PIN, pembelian dan pembayaran tagihan dan tidak dapat melakukan pengambilan tunai.saat ini tersedia kantor cabang untuk melayani nasabah, untuk yang bukan nasabah ATM non-tunai hanya dapat melakukan inquiry saldo karena fisik ATM non-tunsi berbeds dengsn ATM biasa, dan non-tunai tidak memiliki mesin seperti mesin ATM pada umumnya dan hanya mempunya layar monitor dan papan ketik (keyboard) pada bagian layar. 
ATM setor tunai (CDM-cash deposit mechine) mesin ATM dapat menerima setor tunai dan pengecekan saldo rekening, ATM setor tunai tidak dapat melakukan transaksi penarikan tunai, pentransferan, penggantian PIN, pembelian dan pembayaran tagihan.saat ini tersedia kantor cabang untuk melayani nasabah. Secara fisik ATM setor tunai hampir sama dengan ATM biasa, namun pada sisi depan terdapat lubang/laci bertujuan untuk meletakkan uang yang akan disetor. Ntuk melakukan setoran tunai nasabah harus menggunakan kartu bank card dan nomor PIN yang sama dengan yang digunakan mesian ATM biasa.tidak memerlukan aktifitas atau membuat PIN baru untuk transaksi ini, saldo rekening akan ter-update secara real-time.
Drive Thru mesin ATM dapat melakukan seluruh transaksi seperti halnya ATM biasa, meliputi penarikan tunai, inquiry saldo,pentransferan,penggantian PIN , pembelian dan pembayaran tagihan. ATM Drive Thru memiliki keunikan dalam lokasi dan bentuk karena didesain khusus untuk melayani nasabah tanpa harus turun dari mobil. Untuk nasabah non-bank dapat melayani hanya untuk transaksi penarikan tunai dan inqury saldo.
Secara tradisonal pelanggan diartikan sebagai orang yang membeli dan menggunakan produk. Dalam dunia perbankan pelanggan ditarik sebagai nasabah. Pandangan tradisional menyimpulkan bahwa nasabah adalah orang yang berintraksi denga perusahaan setelah proses produksi selesai ((yamit,2002). Menurut Tjiptono (2007) pengertian nasabah ternyata mengalami perkembangan, yaitu dari konsep tradisional menjadi konsep modren. Dalam konsep tradisional,konsumen atau nasabah adalah tiap orang yang membeli dan menggunakan produk atau jasa perusahaan. Dalam konsep modren,nasabah yang disebut nasabah adalah setiap orang yang membeli dan produk atau jasa perusahaan. Sedangkan nasabah internal adalah semua pihak dengan organisasi perusahaan yang menggunakan jasa asuatu bagian/departemen tertentu.
Adapun hasil dari penelitian yang relavan adalah 
Menurut Engel (dalam Tjiptono,2007:24), kepuasan nasabah pelanggan merupakan evaluasi pembeli dimana alternativ yang dipilih sekurang-kurangnya memberikan hasil sama atau melampaui harapan pelanggan, sedang ketidakpuasan timbul bila hasil yang di peroleh tidak memiliki kepuasan.
Menjurut Gefen (2000) mendefinisikan kepercayaan adalahh kemauan untuk membuat dirinya peka pada tindakan yang diambil oleh orang yang dipercayainya berdasarkan pada kepercayan rasa dan tanggung jawab, sementara itu Ba dab Vablou (2002) mendefenisikan kepercayaan adalah penilaian sehubungan orang antara orang lain yang akan melakukan transaksi tertentu menurut harapan kepercayaan dalam suatu lingkungan adalah ketidakpastian.
Menurut Diana Grance (2017) dalam jurnalnya yang berjudul analis pengaruh Automatic Teller Mechine (ATM) dan Short Massage Service Banking (SMS banking) terhadap kepuasan nasabah ialah kepuasan mengakibatkan loyalitas yang merupakan sikap nasabah yang menentukan pilihannya untuk tetap menggunakan produk/jasa bamk.sebagian bank mengidentifikasikan loyalitas pelanggan sebagai jaminan keuntungan jangka pendek dan jangka panjang.
Hasil 
Kerangka teoritis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:









Peneliitian ini merupakan jenis  penelitiann menggunaakan teknik survey. Teknik survey adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan melalui penyelidikan dengan cara menghubungi sebagaian atau sekelompok tertentu dari populasi yang berhubung dengan area penelitian tertentu guna menggali informasi-informasi yang dibutuhkan.wiyono Gendro (2011:134). Dengan menggunakan instrumen penelitian berupa koesioner atau angketyang disebarkan kepada responden.
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data yang diperoleh secara langsung dari subyek penelitian dengan menggunakaan alat pengambilan data secara langsung pada subyek yang bersumber informasi untuk data yang dicari.
Menurut wiyono Gendro (2007:135). Operasional yang dilakukan berdasarkan kriteria pengukuran yang ditetapkan pada variabel, menggunakan angka atau skor pada alat ukur dianggap representasi dari konsep mengenai variabel yang diukur.  Variabel yang mempengaruhoi atau menjadi sebab perubahannya atau timbul varabel dependen (terikat), (Sugiono 1999:33). Variabel independen dalam penelitian inia adalah pelayanan (X1) meliputi : assurance (jaminan), tangible (fugsi fisik), responsivencess (daya tanggap), tangible (bukti fisik),empathy (empati), dan kepercayaan (X2)
Variabel dependen (variabel terikat) merupakan variabel yang dipengaruhi variabel bebas Dalam penelitian ini variabel terikat yang digunakan adalah kepuasan nasabah (Y)
Pembahasan
Hasil dari diketahui variabel kualiatas pelayanan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan nasabah atau karena t.sig (0.000) lebih kecil dari 0.05. variabel kepercayaan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan nasabah atau karenna t.sig (0.000) lebih kecil daripada 0.05. 
Hasil analisis uji F untuk diketahui bahwa Fhitung>Ftabel  (26.396>4.00), maka Ho ditolak, berarti secara bersama-sama variabel kualitas pelayanan (X1) dan kepercayaan (X2) dipengaruhi signifikan terhadap kepuasan nasabah.sehingga model yang digunakan adaalah googness of fit.
Hasil analisis data koefisen determinasi (R2) maka dapat diperoleh R sguare (R2) sebesar 0.339. berarti variasi perubahan variabel kepuasan nasabah dapat dijelaskanoleh variabel kualitas pelayanan (X1) dan kepecayaan (X2) sebesar 33.9 % sedangkan sisinya sebesar 66.1 % dijelaskan oleh variabel diluar model.
Penggunaan ATM dari tahun ketahun dipercaya akan mendorong penggunaan e-banking sebagai salah satu bentuk pelayanan kepada bank konsumen akan semakin menguntungkan. Dengan adanya ATM inilah akan semakin memudahkan masyarakat dalan bereaktifitas karena lebih efektif ,efesien,dan aman. Pandangan atau persepsi terhadap penerapan teknologi tersebut diharapkan dapan menjadi ukuran akan kemanfaatan teknologi ATM. Apabila penerapan teknologi tersebut  memberikan kontribusi positif pada pengarhnya, dapat diketahui pengguna tersbut menerimanya.
Keputusan pelanggan atas suatu teknologi, biasanya pengguna lebih mementingkan faktor kekurangan dari teknologi tersebut. Indikator resiko dari penggunaan ATM merupakan suatu bentuk tindakan yang dilakukan oleh bank untuk memperkecil resiko. Untuk mendukung suatu kinerja bisnis perlu adanya satu fitur atau jenis fasilitas yang baik untuk konsumen terhadap suatu produk baik dan terjamin, maka tentunya konsumen aka tertarik pada produk tersebut.
Kesimpulan
ATM adalah alat kasir otomatis tanpa orang,di tempatkan di dalam atau diluar perkarangan bank yang sanggup untuk mengeluarkan uang tunai dan menangani transaksi-transaksi perbankan yang rutin. Hampir semua orang mempunyai kautu ATM dan mengguakan fasilitas ATM khususnya nasabah bank sebagi alat bantu utama untukk mentransfer sejumlah uang, mengambil uang, membayar lisrik bahkan untuk membeli pulsa pun tersedia di ATM merupakan alat elektronik yang diberikan oleh bank kepada pemilik rekening yang dapat digunakan untuk bertransaksi secara elektronis.
Berdasarkan analisis dan pembahaan mengenai variabel kualitas pelayanan berpengaruh terhadap kepuasan nasabah, dapat diambil kesimpulan dari berbagai berikut.
Hasil dari diketahui variabel kualiatas pelayanan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan nasabah atau karena t.sig (0.000) lebih kecil dari 0.05. variabel kepercayaan mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap kepuasan nasabah atau karenna t.sig (0.000) lebih kecil daripada 0.05. 
Hasil analisis uji F untuk diketahui bahwa Fhitung>Ftabel  (26.396>4.00), maka Ho ditolak, berarti secara bersama-sama variabel kualitas pelayanan (X1) dan kepercayaan (X2) dipengaruhi signifikan terhadap kepuasan nasabah.sehingga model yang digunakan adaalah googness of fit.
Hasil analisis data koefisen determinasi (R2) maka dapat diperoleh R sguare (R2) sebesar 0.339. berarti variasi perubahan variabel kepuasan nasabah dapat dijelaskanoleh variabel kualitas pelayanan (X1) dan kepecayaan (X2) sebesar 33.9 % sedangkan sisinya sebesar 66.1 % dijelaskan oleh variabel diluar model.
Daftar Pustaka
Diana Grace. 2017. “Analis Pengaruh Autometic Teller Mechine dan Short Massage Service Banking Terhadap Kepuasan Nasabah”. Jurnal. STMIK Bina Mulia Palu.
Ismail. 2011. Manajemen Perbankan, Jakarta: Kencana 
Kasmir. 2003. ”Dasar-dasar Perbankaan”. Jakarta: Rajawali Press
Sumarni Murti. 2011. “Manajemen Pemasaran Bank”. Yogyakarta: Liberty Yogyakarta.
Syafullah. 2011. ”Pengaruh Kemanfaatan kartu ATM Tehadap Kepuasan Nasabah pada PT.Bank Mandiri cabang Ahmad Yani Pekanbaru”. Skripsi:S1. Riau: Universitas Islam Negri Sultan Syarif Kasim.
Trimulyadi. 2015. “Pengaruh Kualitas Pelayanan ATM dan Kepercayaan Terhadap Kepuasan Nasabah. Naskah Publikasi. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
DPL: Damri Batubara,M.A
Kelompok 40
#kkldriainpadangsidempuan2020

DAN ADAPUN YANG SAYA LAMPIRKAN DI BAWAH INI ADALAH GAMBAR DARI KETERANGAN JURNAL YANG SAYA TULISKAN.




 

13 komentar:

Bunga vs Bagi Hasil

Bunga vs bagi hasil Berbicara mengenai perbankan kita pasti pernah mendengar istilah bunga dan bagi hasil (margin) pada Bank Konvensional da...